Dokter Gila Berhati Mulia

“Kalau kamu jadi dokter, jangan memeras orang kecil” inilah pesan yang disampaikan oleh ibunda dr. Lie A. Dharmawan saat ia menceritakan cita-citanya sewaktu masih anak-anak. Dan pesan ini pula yang terus dipegang oleh dr. Lie, hingga ia mendedikasikan ilmu kedokterannya untuk membantu masyarakat yang sulit mendapakant fasilitas kesehatan yang layak.

Pengalaman dr. Lie saat mengobati anak kecil yang terkena hernia di pelosok Maluku, telah melahirkan sebuah ide untuk membuat rumah sakit di atas kapal. Tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan medis bagi masyarakat kurang mampu yang berada di pesisir pulau Indonesia. Yaitu daerah-daerah yang minim pelayanan kesehatan karena lokasinya yang sangat jauh.

Tentu saja, ide membangun rumah sakit apung ini banyak mendapat cibiran, karena dianggap suatu hal yang mustahil. Bahkan ia sendiri pun mendapat predikat “dokter gila” karena mimpinya ini. Tetapi dengan keyakinan, kerja keras dan doa, dr. Lie berhasil mewujudkan rumah sakit di atas kapal yang diberi nama Rumah Sakit Apung dr. Lie Dharmawan.

Maret 2013, Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dharmawan mulai melakukan pelayaran medisnya ke berbagai daerah pesisir di Indonesia. Dalam tiga kali trilogi pelayarannya, RSA dr. Lie Dharmawan ini telah mengunjungi Kepuluan Seribu, Belitung, Ketapang, Bangka, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, hingga Pulau Kei di Maluku. Sebanyak 1.630 pasien pengobatan umum telah ditangani. Sementara 60 bedah mayor dan 117 bedah minor juga berhasil dilakukan di atas RSA yang memiliki fasilitas selayaknya rumah sakit di darat ini. Dan semua pengobatan yang dilakukan di RSA dr. Lie Dharmawan ini tidak dipungut biaya alias GRATIS.

Bukan tanpa alasan jika dr. Lie atau yang biasa dipanggil Papi ini menggratiskan pelayanan medis yang ia lakukan di atas RSA. Kenangan pahit masa kecil, dimana ia kehilangan adiknya karena penyakit diare, telah mendorong Lie kecil untuk menjadi dokter. Sebuah impian yang juga mustahil karena ia hidup dalam garis kemiskinan. Tetapi berkat semangat dan kerja kerasnya, Lie berhasil meraih gelar dokter bahkan dengan 4 jenis spesialisasi dari universitas di Jerman. Rasa nasionalismenya yang tinggilah yang membawa dirinya kembali ke Indonesia, setelah 18 tahun tinggal di Jerman.

Kini, dr. Lie yang akrab disapa Papi ini, melakukan pelayanan medis rutin sebagai dokter bedah di Rumah Sakit Husada. Tetapi diluar aktivitas tersebut, Papi aktif melakukan berbagai kegiatan sosial yang berhubungan dengan pelayanan medis bersama Yayasan Dokter Peduli atau dostorSHARE yang ia dirikan. Atas pengabdiannya sebagai “dokter gila” berhati mulia inilah, dr. Lie Dharmawan mendapat penghargaan Kick Andy Hero 2014.

sumber: Kick Andy | photo: tempo.co

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s